Grobogan - Insiden gantung diri lagi -lagi terjadi di Wirosari Grobogan, tepatnya Krajan RT 01/01 Desa Sambirejo Kecamatan Wirosari Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Korban diketahui bernama Jiyo bin Kromorejo (79) Selasa (14/5/2019).
Informasinya, sekitar pukul 05.15 Wib korban bersama anak menantunya Rakinah (45) yang tinggal di Dusun Sambirejo Rt RT 01 RW 03 Ds Sambirejo sempat minum kopi di kediaman Rakinah.
Selesai minum kopi korban berpamitan pulang kerumahnya. Setelah meninggalkan lokasi, tiba - tiba ada perasaan tak enak di benak Rakinah, diapun pergi kerumah korban mengecek keberadaannya.
Ternyata, setelah dicek korban tidak ada dirumahnya. Merasa curiga, Rakimah mencari korban di rumah tetangganya namun tak juga ditemukan. Ia pun kembali mengunjungi rumah korban untuk memastikan keberadaanya.
Namun langkah Rakinah terhenti saat melintasi irigasi depan rumah korban. Disana tampak sesosok manusia tergantung di pintu air irigasi. Penasaran, Rakimah mendekati korban dan ternyata sesosok tersebut adalah mertuanya sendiri.
Sontak Rakinah berteriak, hingga mengundang warga. Warga kemudian menurunkan korban, dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Sambirejo, dilanjutkan ke Babinsa dan Babinkamtibmas Polsek Wirosari.
Dalam waktu singkat Polsek Wirosari bersama Tim Inafis Polres Grobogan mendatangi lokasi dan mengamankan TKP.
Kapolsek Wirosari AKP Toni Basuki menyebutkan, korban gantung diri diduga akibat penyakit stroke yang lama diderita korban.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dari Tim Medis Puskesmas Wirosari 1 dan Tim Inafis Polres Grobogan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," jelasnya.
Lantaran pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
(rub/red)
Informasinya, sekitar pukul 05.15 Wib korban bersama anak menantunya Rakinah (45) yang tinggal di Dusun Sambirejo Rt RT 01 RW 03 Ds Sambirejo sempat minum kopi di kediaman Rakinah.
Selesai minum kopi korban berpamitan pulang kerumahnya. Setelah meninggalkan lokasi, tiba - tiba ada perasaan tak enak di benak Rakinah, diapun pergi kerumah korban mengecek keberadaannya.
Ternyata, setelah dicek korban tidak ada dirumahnya. Merasa curiga, Rakimah mencari korban di rumah tetangganya namun tak juga ditemukan. Ia pun kembali mengunjungi rumah korban untuk memastikan keberadaanya.
Namun langkah Rakinah terhenti saat melintasi irigasi depan rumah korban. Disana tampak sesosok manusia tergantung di pintu air irigasi. Penasaran, Rakimah mendekati korban dan ternyata sesosok tersebut adalah mertuanya sendiri.
Sontak Rakinah berteriak, hingga mengundang warga. Warga kemudian menurunkan korban, dan melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Desa Sambirejo, dilanjutkan ke Babinsa dan Babinkamtibmas Polsek Wirosari.
Dalam waktu singkat Polsek Wirosari bersama Tim Inafis Polres Grobogan mendatangi lokasi dan mengamankan TKP.
Kapolsek Wirosari AKP Toni Basuki menyebutkan, korban gantung diri diduga akibat penyakit stroke yang lama diderita korban.
"Setelah dilakukan pemeriksaan dari Tim Medis Puskesmas Wirosari 1 dan Tim Inafis Polres Grobogan tidak ditemukan adanya tanda-tanda penganiayaan," jelasnya.
Lantaran pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi, korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
(rub/red)

