GROBOGAN - Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Grobogan, Buchori Sugiharso didampingi Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan, Novita Dwi Wulandari menghadiri kegiatan Audiensi Lahan Baku Sawah dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang berlangsung di Ruang Rapat Prambanan Lantai 1, Gedung Ditjen Tata Ruang, Kementerian ATR/BPN pada hari Senin, 04 Mei 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Bupati Grobogan, Setyo Hadi; Sekretaris Daerah Kabupaten Grobogan, Anang Armunanto beserta jajaran Dinas terkait.
Diskusi tersebut membahas tentang Lahan Baku Sawah dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di wilayah Kabupaten Grobogan yang nantinya akan menjadi ruang komunikasi antara Pemerintah Daerah Pusat serta upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus memberi ruang tumbuh bagi kebutuhan masyarakat secara seimbang.
Dengan luas wilayah sekitar 202.385 hektar dan penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa, Grobogan menghadapi tantangan menjaga keseimbangan antara pertanian, pembangunan, dan aktivitas ekonomi. Namun masih terdapat tantangan kesesuaian data LBS dengan rencana pola ruang, yang berdampak pada pemanfaatan ruang di lapangan.
Dari hasil analisis, irisan LBS dan Kawasan Tanaman Pangan mendekati 87 persen dan secara prinsip sejalan dengan arah kebijakan nasional.
Pemkab Grobogan mengusulkan penyelarasan data agar kebijakan lebih operasional, presisi, dan dapat diterapkan secara efektif di daerah.Pemkab Grobogan berharap ada solusi yang proporsional agar perlindungan lahan pertanian tetap terjaga tanpa menghambat pembangunan dan pelayanan publik. (PTT)

